MODEL PEMBELAJARAN PERTEMUAN KELAS
Model pembelajaran pertemuan kelas diciptakan berdasarkan terapi realitas yang dipelopori oleh William Glasser. Glasser percaya bahwa permasalahan manusia kebanyakan disebabkan oleh kegagalan memfungsikan diri dalam lingkungan sosialnya (kegagalan fungsi sosial). Ia percaya bahwa setiap manusia mempunyai dua kebutuhan dasar yaitu cinta dan harga diri.
Prosedur Pembelajaran
Model pertemuan (diskusi) kelas terdiri atas enam tahap, yaitu (1) menciptakan ikiim (suasana) yang kondusif, (2) menyampaikan permasalahan diskusi, (3) membuat penilaian pribadi, (4) mengidentifikasi alternatif tindakan solusi, (5) membuat komitmen, dan (6) merencanakan tindak lanjut tindakan.
Strategi Pembelajaran
Guru membuat komitmen bersama untuk melaksanakan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. Bila perlu membuat aturan bersama berikut sanksi bag yang melanggarnya. Pada pertemuan berikutnya, setelah langkah-langkah yang disepakat dilaksanakan guru mengevaluasi efektivitas pelaksanan tersebut.
Aplikasi
Model pertemuan kelas ini dapat dilakukan maksimal tiga kali dalam sehari. Tapi, biasanya sekali sehari sudah cukup tergantung dari permasalahan yang dihadapi.
Prosedur Pembelajaran
Model pertemuan (diskusi) kelas terdiri atas enam tahap, yaitu (1) menciptakan ikiim (suasana) yang kondusif, (2) menyampaikan permasalahan diskusi, (3) membuat penilaian pribadi, (4) mengidentifikasi alternatif tindakan solusi, (5) membuat komitmen, dan (6) merencanakan tindak lanjut tindakan.
Strategi Pembelajaran
Guru membuat komitmen bersama untuk melaksanakan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. Bila perlu membuat aturan bersama berikut sanksi bag yang melanggarnya. Pada pertemuan berikutnya, setelah langkah-langkah yang disepakat dilaksanakan guru mengevaluasi efektivitas pelaksanan tersebut.
Aplikasi
Model pertemuan kelas ini dapat dilakukan maksimal tiga kali dalam sehari. Tapi, biasanya sekali sehari sudah cukup tergantung dari permasalahan yang dihadapi.



0 comments:
Post a Comment